
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima kunjungan strategis Lembaga Ilmu Hayati, Teknik, dan Rekayasa (LIHTR) Universitas Airlangga (Unair) dalam rangka penguatan kolaborasi riset di bidang STEM di Gedung Rektorat Unesa, Kampus Lidah Wetan, pada Senin, 15 Desember 2025.
Pertemuan ini difokuskan pada pertukaran pengalaman pengelolaan kelembagaan internasional dan penjajakan kerja sama laboratorium berteknologi tinggi.
Kasubdit Urusan Internasional Unesa Global Engagement (UGE), Asrori menuturkan bahwa kesempatan ini sangat tepat bagi kedua institusi untuk saling berbagi praktik terbaik demi mencapai tujuan dan target masing-masing.
Perwakilan LIHTR Unair, Muhamad Nur Ghoyakul Amin, menekankan bahwa semangat yang dibawa dalam pertemuan ini adalah collaboration beyond competition. Ia menegaskan bahwa kunci utama untuk menembus kancah global adalah melalui kolaborasi yang strategis, bukan persaingan.
LIHTR yang berdiri sejak 2020 hadir untuk menjembatani tantangan riset di Indonesia yang sering kali terkendala oleh keterbatasan metode dan optimalisasi alat.

www.unesa.ac.id
Amin memaparkan bahwa LIHTR siap memfasilitasi peneliti Unesa tidak hanya dengan peralatan seperti Airlangga Research Hub dan fasilitas BSL-3, tetapi juga dengan bimbingan metode agar riset yang dihasilkan mampu menembus jurnal internasional bereputasi.
Fokus utama lembaga ini adalah mendorong lahirnya riset berkualitas yang memiliki dampak nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan di tingkat global.
Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat untuk memperkuat hubungan melalui skema kerja sama formal yang lebih operasional. Rencana kerja sama ini mencakup penyusunan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang diikuti dengan perjanjian kerja sama di tingkat fakultas dan program studi.
Salah satu poin konkret yang disepakati adalah pembukaan akses magang riset bagi mahasiswa Unesa, mulai dari jenjang sarjana hingga doktoral, di laboratorium LIHTR Unair.
Selain itu, LIHTR Unair menawarkan skema contract research melalui model Contract Research Organization (CRO). Skema ini memungkinkan peneliti Unesa mengembangkan riset berbasis proyek dengan dukungan instrumen dan keahlian teknis dari Unair.
Kedua institusi menyepakati prinsip win-win solution, termasuk peluang pembebasan biaya riset jika dilakukan secara kolaboratif dan menghasilkan publikasi bersama. Sinergi ini diharapkan menjadi fondasi bagi kemajuan riset STEM yang berkelanjutan di Indonesia.][
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: