
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menerima kunjungan jajaran Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) untuk mendiskusikan rencana kolaborasi strategis dalam penguatan sistem demokrasi di Indonesia pada Senin, 2 Februari 2026.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 8 Gedung Rektorat ini menjadi momentum bagi Unesa untuk mempertegas peran perguruan tinggi dalam mengawal peradaban demokrasi melalui jalur akademik.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Bambang Sigit Widodo, bersama Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Pengembangan, Kerja Sama, dan TIK, Dwi Cahyo Kartiko, menyambut langsung Ketua Bawaslu, A. Warits.
Dalam diskusi tersebut, Unesa dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki instrumen ilmiah serta jaringan alumni luas untuk mendukung Bawaslu dalam melakukan pengawasan pemilu yang lebih berkualitas.
Ketua Bawaslu, A. Warits, menyampaikan bahwa pengalaman lapangan institusinya memerlukan dukungan kajian mendalam dari dunia pendidikan.
Ia menilai peradaban demokrasi sangat diuji melalui kualitas pendidikan, sehingga sinergi antara kajian akademik Unesa dan pengalaman praktis Bawaslu diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa.

www.unesa.ac.id
Unesa pun merespons positif dengan menyiapkan skema integrasi program yang memungkinkan mahasiswa terlibat aktif dalam pengawasan demokrasi.
Wakil Rektor IV Unesa, Dwi Cahyo Kartiko menuturkan bahwa kesempatan ini bagus untuk memperkuat peran civitas Unesa dalam mewujudkan demokrasi yang sehat dan berdampak.
Pertemuan tersebut juga membahas beberapa poin kerja sama yang meliputi program magang dan Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) yang dirancang agar mahasiswa Unesa terjun langsung dalam proses pengawasan pemilu.
Selain itu, kedua pihak menjajaki program pemberdayaan sumber daya melalui jaringan alumni untuk memperkuat literasi politik di masyarakat, terutama di daerah-daerah yang membutuhkan penguatan indeks demokrasi.
Melalui kolaborasi ini, Unesa berkomitmen untuk memberikan pendekatan ilmiah dalam menutup celah kekurangan pada proses demokrasi di Indonesia.
Pertemuan ini akan segera ditindaklanjuti dengan pembahasan teknis guna merealisasikan komitmen bersama dalam menciptakan ekosistem demokrasi yang lebih sehat dan berintegritas melalui peran aktif civitas akademika. ][
***
Reporter: Azam (Internship)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: