
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id. SURABAYA—Sub-Unit Dharma Wanita Persatuan (DWP) Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menyelenggarakan kegiatan kreatif bertajuk Workshop Bolu Lukis pada Jumat, 13 Februari 2026. Bertempat di Gedung Rektorat Kampus II Lidah Wetan, acara ini menjadi ruang bagi para anggota untuk memberikan nilai tambah pada hobi memasak melalui sentuhan artistik.
Dalam sambutannya, Ketua DWP Unesa, Endah Purnomowati, menuturkan bahwa kegiatan ini penting bagi anggota dan pengurus DWP dalam memperkuat keterampilan mengolah dan menghasilkan produk kuliner secara kreatif, baik dari jenis produknya maupun tampilannya.
Diharapkan, keterampilan membuat bolu lukis yang dipelajari dan dipraktekkan dalam pelatihan tersebut dapat mendorong pengurus dan anggota DWP Unesa dalam menghasilkan produk kuliner yang tidak hanya enak dan sehat, tetapi juga kreatif, bisa untuk kebutuhan keluarga maupun untuk produk usaha.

www.unesa.ac.id
Ketua DWP Sub-Unit FBS Unesa, Fitri Syafiul Anam, menekankan bahwa agenda rutin ini bertujuan memfasilitasi para anggota dalam mengimplementasikan hobi memasak dan seni agar memiliki nilai jual yang lebih tinggi (value).
Menurutnya, nilai sebuah karya tidak hanya diukur dari sisi ekonomis, tetapi juga dari rasa spesial dan kreativitas yang dituangkan di dalamnya. "Tujuannya adalah membawa hobi kita menuju sesuatu yang bernilai tinggi, yang pada akhirnya diharapkan dapat menunjang kesejahteraan melalui kreativitas yang nyata," tuturnya.
Workshop ini menghadirkan Aidha Syafira, alumnnus Pendidikan Seni Rupa Murni Unesa yang berhasil mengubah kudapan menjadi media seni. Aidha menjelaskan bahwa inovasi bolu lukis yang ia kembangkan merupakan hasil riset akademik yang kini terealisasi sebagai produk seni konsumsi.

www.unesa.ac.id
Menggunakan pewarna makanan berstandar food grade, karya-karyanya menjamin keamanan bagi siapa saja yang menikmatinya. Ia memamerkan beberapa contoh karya uniknya, termasuk bolu raksasa berukuran 60x80 cm dengan berat mencapai lebih dari 10 kg.
Ia menjelaskan bahwa media lukis ini menggunakan bahan-bahan sederhana seperti air matang sebagai pengencer dan kuas lukis biasa, tanpa menuntut teknik gradasi yang terlalu rumit bagi pemula.
Pada sesi praktik, para peserta dipandu secara sistematis untuk melukis logo Dharma Wanita di atas permukaan kue yang telah disiapkan sketsanya. Aidha memberikan arahan teknis, seperti memulai pewarnaan dari warna terang menuju gelap untuk menjaga kebersihan hasil akhir, serta pentingnya menjaga kebersihan kuas di setiap pergantian warna. ][
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: