
Penghargaan MURI diserahkan perwakil MURI Sri Widayanti kepada Rektor Unesa, Cak Hasan didampingi Ketua SAU Setya Yuwana, Wakil Rektor I Martadi, dan Kepala UPT Perpustakaan, Suroto.
Unesa.ac.id. SURABAYA—Mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berhasil mengulas 3.191 judul buku pada Selasa, 9 Desember 2025, sekaligus mencatatkan Rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) untuk kategori Bedah Buku oleh Mahasiswa Terbanyak.
Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Rektorat Kampus II Lidah Wetan ini menjadi tonggak baru gerakan literasi Unesa, menegaskan komitmen kampus dalam memperkuat budaya literasi dan menggiatkan spirit literasi di masyarakat.
Program ulasan buku mahasiswa baru angkatan 2025/2026 yang dinisiasi UPT Perpustakaan Unesa ini bukan sekadar kegiatan massal, tetapi hasil dari proses panjang penjaminan mutu yang dilakukan tim UPT Perpustakaan.
Dari 11.207 unggahan yang masuk, sebanyak 11.078 ulasan dinyatakan sah, mencakup 3.191 judul berbeda. Angka tersebut memperlihatkan skala partisipasi yang belum pernah terjadi sebelumnya di perguruan tinggi mana pun di Indonesia.

Rektor Unesa, Cak Hasan mengharapkan kegiatan ini menjadi spirit gerakan literasi yang tidak berhenti di angkat, tetapi menyentuh pada dampaknya pada kualitas literasi di masyarakat.
Kepala UPT Perpustakaan Unesa, Suroto menyebut bahwa kegiatan yang dicatat MURI ini sebagai bentuk komitmen lembaga dalam memperkuat literasi di lingkungan kampus, dan masyarakat.
Gerakan literasi menjadi pijakan menuju layanan Smart Library berbasis AI, repositori digital publikasi mahasiswa, dan penguatan literasi berkelanjutan untuk menyongsong generasi emas 2045.
Rektor Unesa, Nurhasan atau Cak Hasan memberikan apresiasi kegigihan mahasiswa yang terus menghidupkan spirit literasi di kampus. Kegiatan ini, harus melampaui angka, yaitu benar-benar menjadi gerakan kesadaran akan pentingnya literasi sebagai denyut nadi kehidupan.

www.unesa.ac.id
Ia mendorong mahasiswa untuk menjadi agen penggerak literasi di kampus dan di masyarakat. Buku dalam berbagai bentuknya (cetak maupun digital) itu, harus menjadi teman setia mahasiswa di berbagai kesempatan.
“Mahasiswa tidak boleh lepas dari buku (belajar dan membaca, red). Suka ataupun tidak suka, mahasiswa harus belajar, harus membaca. Karena itu tuntutan kehidupan, sekaligus tuntutan masa depan,” tandas Cak Hasan.
Cak Hasan berharap capaian rekor MURI tersebut dibarengi dengan penguatan kesadaran dan spirit mahasiswa dalam berliterasi. “Saya harap ini tidak berhenti di angka, tetapi sebagai cerminan kualitas literasi di Unesa,” tutup Cak Hasan.
Pada kesempatan yang sama, UPT Perpustakaan Unesa meluncurkan program “Webinar Literasi Perpus Muter Kampus Tiap Rabu” serta mengumumkan berbagai penghargaan kompetitif, mulai dari Lomba Video Literasi Perpus, Fakultas Pengumpul Review Buku Terbanyak, hingga Ruang Baca Terbaik. ][
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: