
Direktur Unesa Global Engagement, Muhammad Arif Al Ardha dan Kim Sung Kwan, Manager KSI Surabaya dalam pertemuan yang berlangsung di Rektorat Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Surabaya.
Unesa.ac.id. SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperluas jejaring kerja sama internasional, kali ini dengan memperkuat kolaborasi dengan King Sejong Institute (KSI) Surabaya. Kedua pihak menggelar pertemuan di Rektorat Unesa, Kampus II Lidah Wetan, pada Rabu, 12 November 2025.
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Unesa dalam mengembangkan Pusat Studi Bahasa Korea.
Melalui kerja sama ini, Unesa dan KSI berkomitmen memperluas program pembelajaran bahasa dan budaya Korea, termasuk membuka kelas bahasa Korea serta menyiapkan rencana jangka panjang pembentukan program studi bahasa Korea di Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Unesa.
Direktur Unesa Global Engagement, Muhammad Arif Al Ardha menjelaskan bahwa inisiatif ini tidak hanya berfokus pada pengajaran bahasa, tetapi juga pada pertukaran budaya dan mobilitas pelajar internasional.
“Seperti yang kita ketahui, budaya Korea kini sangat populer di Indonesia, mulai dari film, musik, hingga gaya hidup. Melalui kerja sama ini, kami berharap dapat menghadirkan program yang bermakna dan konkret, yang menghubungkan bahasa dengan kebudayaan,” ujarnya.

Pertemuan ini menjadi awal yang baik dalam membangun kolaborasi yang berdampak bagi generasi bangsa.
Dalam waktu dekat, Unesa dan KSI akan mengadakan kegiatan Student Korean Culture pada 29 November, serta membuka kelas bahasa Korea pada Desember 2025 dengan kuota sekitar 20 mahasiswa.
Sementara itu, Kim Sung Kwan, Manager KSI Surabaya menyampaikan bahwa pembukaan departemen atau program studi bahasa Korea tentu membutuhkan dosen penutur asli, pembiayaan, dan penyediaan fasilitas pendukung.
Menurut Kim, program pembelajaran bahasa dapat dimulai lebih dulu melalui kelas nonformal dan kegiatan budaya, sambil mematangkan kurikulum akademik. “Acara budaya relatif lebih mudah dirancang. Namun, untuk kelas formal, perlu perencanaan matang dan pengembangan kurikulum satu semester,” tambahnya.
Wakil Dekan Bidang II FBS Unesa, Didik Nurhadi menegaskan kesiapan fakultasnya dalam mendukung kerja sama tersebut. Ia mencatat bahwa saat ini ada tujuh mahasiswa asal Korea yang mengikuti kelas Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Unesa.
“FBS sangat terbuka terhadap kerja sama yang dapat memperkaya kompetensi bahasa asing mahasiswa. Jika nantinya ada program pengenalan atau kelas bahasa Korea, kami siap memfasilitasi,” tegasnya.
Selain kelas dan kegiatan budaya, KSI Surabaya juga berencana berpartisipasi dalam berbagai kegiatan kebahasaan dan kebudayaan di Unesa, seperti International Cultural Festival (ICF). ][
***
Reporter: Medina Azzahra (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: