
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) menggelar Coaching Clinic Penyusunan Proposal Penelitian dan PKM Dana DPPM di Auditorium Rektorat Unesa, Kampus Lidah Wetan, pada Sabtu, 8 November 2025.
Kegiatan ini menghadirkan empat pakar atau guru besar berbagai perguruan tinggi sebagai narasumber seperti Sri Rum Giyarsih dan R. Wisnu Nurcahyo guru besar dari Universitas Gadjah Mada (UGM); dan Ahmad Taufiq, serta Siti Zubaidah guru besar Universitas Negeri Malang (UM).
Acara dibuka dengan sambutan dari Kepala LPPM Unesa, Muhammad Turhan Yani yang menegaskan pentingnya semangat dan kesiapan para dosen dalam menyongsong pembukaan pendanaan riset tahun 2026.
“Momentum ini perlu kita sambut dengan antusias. Jangan menunggu, tetapi mulai siapkan sejak sekarang proposal terbaik yang mencerminkan potensi riset kita. Tahun depan, peluang tidak hanya datang dari Diktisaintek, tetapi juga dari Dirjen Saintek hingga BRIN. Mari manfaatkan kesempatan ini untuk menunjukkan kapasitas riset dan pengabdian terbaik Unesa,” ucapnya.

www.unesa.ac.id
Dalam paparan materi, para narasumber membahas berbagai aspek strategis terkait penyusunan proposal yang kompetitif. Siti Zubaidah pakar UGM memaparkan linimasa program penelitian dan pengabdian 2026, mulai dari launching program pada 21 Oktober, sosialisasi pada minggu pertama hingga ketiga November, hingga penerimaan proposal yang berlangsung 4 November–4 Desember 2025.
Adapun delapan bidang fokus penelitian yang diutamakan meliputi pangan, energi, kesehatan, transportasi, rekayasa keteknikan, hankam (pertahanan dan keamanan), maritim, serta sosial humaniora. Bidang-bidang tersebut diarahkan untuk menjawab berbagai tantangan nasional seperti swasembada pangan, energi bersih, digitalisasi, ekonomi kreatif, hingga pengelolaan lingkungan hidup.
Sementara itu, R. Wisnu Nurcahyo juga pakar UGM memaparkan strategi agar proposal pengabdian masyarakat dapat lolos seleksi hibah Kemdiktisaintek.

www.unesa.ac.id
Ia menekankan pentingnya ketepatan dalam memilih skema yang sesuai, mulai dari Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP), Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM), hingga Pemberdayaan Masyarakat oleh Mahasiswa (PMM).
Menurutnya, agar proposal dapat diterima, peneliti perlu memperhatikan kejelasan tujuan, kesesuaian antara masalah dan solusi, serta menunjukkan keberlanjutan dampak kegiatan di masyarakat.
“Proposal yang berhasil bukan hanya menarik di atas kertas, tetapi juga realistis, kolaboratif, dan berdampak nyata. Pastikan ide yang diajukan menjawab kebutuhan lapangan dan memiliki nilai keberlanjutan,” pesannya.
Melalui kegiatan ini, LPPM Unesa berharap dosen-dosen di lingkungan universitas semakin siap dalam memaksimalkan peluang hibah penelitian dan pengabdian, serta mampu menghasilkan riset yang berdampak nyata bagi masyarakat dan pengembangan ilmu pengetahuan.][
***
Reporter: Zakariya Putra Soekarno (Fisipol)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: