
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id, SURABAYA—Sport and Exercise Research Center (SERC) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sukses menyelenggarakan The 1st Annual Sport and Exercise Research Conference: NUTRIMOVE 2025 secara daring pada Rabu—Kamis, 3—4 Desember 2025.
Konferensi perdana ini menghadirkan pakar dari Singapura, Jepang, Turki, Uzbekistan, Thailand, Malaysia, hingga Taiwan. Mereka berbagi wawasan dan praktik terbaik mengenai penguatan ekosistem olahraga global.
Seluruh sesi mengalir dalam satu benang merah besar melalui tema “Improving Performance and Equity Through Nutrition, Movement, and Culture”, yang menegaskan pentingnya perpaduan gizi, aktivitas fisik, dan konteks budaya dalam membangun masyarakat yang bugar dan berprestasi.
Pada kesempatan itu, Direktur SERC Unesa, Donny Ardy Kusuma menegaskan bahwa tahun ini menjadi momentum penting sejak pusat penelitian tersebut berdiri. SERC kini menyandang status center of excellence in sport science yang diakui secara resmi oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
“Pengakuan tersebut menghadirkan tanggung jawab besar untuk menjadikan SERC poros inovasi olahraga nasional—mulai dari elite sport, kebijakan olahraga, hingga industri olahraga,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa SERC bukan institusi eksklusif, melainkan community hub yang terbuka bagi perguruan tinggi, instansi pemerintah, maupun sektor swasta. “SERC bukan hanya milik Unesa, tetapi milik seluruh komunitas olahraga di dunia. Pintu kolaborasi selalu kami buka,” ucapnya.
Sebagai wujud kontribusi dalam memperluas literasi ilmiah, SERC juga meluncurkan Journal of Racket Sport Performance and Science (JRSPS), jurnal yang didedikasikan untuk riset olahraga raket, terutama bulutangkis—cabang unggulan Indonesia.
Rangkaian sesi ilmiah dibuka dengan pemaparan Stephen Francis Burns dari National Institute of Education, Nanyang Technological University (Singapura). Ia menyampaikan materi “Academica and Cognition in Adolescents: A Role for Breakfast, Exercise, and Sleep.”

www.unesa.ac.id
Ia membeberkan pentingnya tiga pilar gaya hidup, sarapan, aktivitas fisik, dan kualitas tidur sebagai fondasi perkembangan kognitif remaja di tengah tuntutan era digital.
Dari Jepang, Gaku Kakehata (Waseda University) mengulas biomekanika sprint melalui paparannya “Control of the Thigh Muscle Activity in Both Legs During Sprint Running”. Ia mengurai bagaimana pola aktivasi otot paha memengaruhi performa lari dan pencegahan cedera pada atlet elite.
Kontribusi dari Indonesia disampaikan Mirza Hapsari Sakti Titis Penggalih dari UGM dan Sports Dietitian Kemenpora RI menjelaskan tentang “The Future of Indonesian Nutritionists and Dieticians in Improving Community Fitness and National Athlete for Indonesia Emas 2045.”
Ia menyoroti tiga agenda strategis: penguatan kompetensi profesional nutrisionis olahraga, integrasi ahli gizi dalam ekosistem olahraga prestasi, serta pentingnya keamanan suplementasi dan integritas anti-doping.
Selanjutnya, Fatih Hazar dari Bitlis Eren University (Turki) membahas konsep kelincahan melalui materi “Agility in Sport: Definitions, Understanding, Testing, and Relation to Racket Sports.” Ia menegaskan hubungan erat antara kelincahan, teknik, dan kemampuan adaptif atlet olahraga raket.
Perspektif futuristik hadir dari Muhammad Adeel, (National Taipei University). Dalam materinya “Artificial Intelligence (AI) Technology, Human Movement, and Lifestyle to Improve Performance”, ia memaparkan bagaimana machine learning, sensor cerdas, dan analisis gerak berbasis AI dapat memetakan performa atlet, memprediksi risiko cedera, hingga merancang program latihan yang dipersonalisasi.
Konferensi ini juga diisi oleh pemaparan dari Muhamad Fahmi Hasan (Institut Teknologi Bandung); En. Kamal Bin Talib (Universiti Malaysia Terengganu); Ani Mazlina Dewi Mohamed (Universiti Teknologi Mara); Ahmedov Farruh (Samarkand State University); serta Mochamad Purnomo, (Unesa), yang masing-masing memperkaya diskusi dengan riset dan perspektif dari berbagai bidang ilmu olahraga. ][
***
Reporter: Tarisa Adistia (FBS)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: