
www.unesa.ac.id
Unesa.ac.id., SURABAYA—Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus memperkuat komitmennya dalam mencetak calon guru yang tidak hanya profesional dan kompeten di bidang akademik, tetapi juga memiliki kebugaran jasmani yang baik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan post-test kebugaran jasmani bagi mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 yang berlangsung di halaman Gedung PPG Unesa, Kampus II Lidah Wetan, Jumat, 12 Juni 2026.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pre-test kebugaran yang telah dilaksanakan pada awal perkuliahan. Melalui post-test, Unesa ingin mengukur sejauh mana perkembangan kebugaran mahasiswa setelah mengikuti mata kuliah elektif Pengembangan Kebugaran selama satu semester.
Kepala Badan Pendidikan Profesi Guru (BPPG) Unesa, Fatkur Rohman Kafrawi menjelaskan, bahwa pengembangan kebugaran menjadi salah satu keunggulan yang dimiliki program PPG Unesa. Oleh karena itu, evaluasi kebugaran dilakukan secara berkelanjutan melalui pre-test dan post-test.
“Post-test ini dilaksanakan untuk melihat apakah ada peningkatan kebugaran jasmani mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran selama satu semester. Pengembangan kebugaran merupakan salah satu mata kuliah elektif unggulan yang ada di PPG Unesa,” ujarnya.

www.unesa.ac.id
Sebanyak 613 mahasiswa dari 14 bidang studi mengikuti kegiatan tersebut. Pada pelaksanaannya, peserta menjalani tes menggunakan metode Harvard Step Test atau tes naik turun bangku yang bertujuan mengukur tingkat kebugaran jasmani berdasarkan respons denyut nadi setelah aktivitas fisik.
Menurut Fatkur, pembinaan kebugaran tidak berhenti pada semester pertama. Pada semester kedua, mahasiswa akan mengikuti mata kuliah elektif Pendidikan Inklusi, sementara program pemeliharaan kebugaran tetap dilaksanakan melalui kegiatan rutin Jumat Bugar yang meliputi Senam Guru Indonesia dan senam aerobik.
“Harapannya, kebugaran jasmani mahasiswa tetap terjaga hingga akhir program. Karena pada semester kedua nanti juga akan dilakukan tes kebugaran kembali untuk melihat konsistensi mereka dalam menjaga kondisi fisik,” tambahnya.
Salah satu peserta dari Program Studi Seni Budaya, Hendrika Anastasia Roma merasakan perubahan yang cukup signifikan dibandingkan saat mengikuti pre-test beberapa bulan lalu. Tubuh kini lebih siap menghadapi pola gerakan tes sehingga hasil yang diperoleh pun mengalami peningkatan.
“Pada saat pre-test, tubuh saya masih beradaptasi dengan pola step yang diberikan sehingga gerakan belum maksimal dan terasa lebih cepat lelah. Saat post-test, saya sudah lebih siap secara fisik maupun mental,” ungkapnya. ][
***
Reporter: Mochammad Ja'far Sodiq (FIP)
Editor: @zam*
Foto: Tim Humas Unesa
Share It On: